GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta yang jatuh pada Rabu, (7/10/26), menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan, pelestarian budaya, serta kerja nyata dalam membangun kota.
Mengusung tema “Otentik Konkret” yang dimaknai sebagai Jogja Otentik Budayanya, Konkret Kerja Nyatanya, peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga karakter budaya sekaligus menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
Ketua KAWAL Indonesia, Sarlin Mataheru, mengajak seluruh warga Kota Yogyakarta untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kota dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang sopan dan santun.
Menurut Sarlin, semangat membangun Kota Yogyakarta perlu diwujudkan melalui kerja nyata sekaligus menjaga keharmonisan lintas sektor. Hal tersebut penting agar Yogyakarta tetap menjadi kota yang aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Semua warga Kota Jogja mari bekerja nyata membangun kota dengan melestarikan nilai-nilai budaya yang sopan dan santun, sekaligus menjaga keharmonisan di segala lintas sektor. Kita pastikan Kota Jogja aman, nyaman dan kondusif sebagai kota wisata, kuliner dan kota pelajar,” ujar Sarlin Mataheru, Ketua KAWAL Indonesia, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2026).
Tak hanya soal budaya, Sarlin juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebut kebersihan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, asri dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KAWAL Indonesia turut mengajak masyarakat mendukung berbagai program Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“KAWAL Indonesia mengajak untuk mendukung program Pemkot dalam menjaga kebersihan lingkungan, untuk keluarga yang sehat serta lingkungan yang asri dan resik,” lanjutnya.
KAWAL Indonesia sendiri merupakan komunitas perempuan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Komunitas tersebut berupaya mendorong penguatan sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan perempuan agar dapat memberikan dampak positif di berbagai lintas sektor.
Sarlin berharap keberadaan perempuan dalam berbagai bidang dapat semakin memperkuat pembangunan Kota Yogyakarta maupun Indonesia.
“KAWAL Indonesia adalah komunitas perempuan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, membangun SDM serta mempersiapkan para wanita untuk berdampak di segala lintas sektor dalam membangun kota dan bangsa,” jelasnya.
Lebih jauh, Sarlin berharap Yogyakarta terus berkembang sebagai kota yang bersahaja, namun tetap mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, kekuatan Yogyakarta terletak pada budaya, toleransi, serta kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Harapannya Jogja terus maju menjadi kota yang bersahaja dan bersaing di internasional sebagai kota yang berbudaya dan bertoleransi, serta memiliki sejuta kuliner yang membuat orang betah dan selalu kangen,” pungkas Sarlin.
Momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Semangat “Otentik Konkret” diharapkan dapat diterjemahkan melalui tindakan nyata masyarakat dalam menjaga budaya, lingkungan, toleransi, serta kenyamanan Kota Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. (Aga)















