GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Dinamika politik nasional yang diwarnai aksi demonstrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya menjadi perhatian Yayasan Satuan Team Anti Kriminalitas (STAK) Yogyakarta.
Organisasi ini menyerukan agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung damai, tertib, dan tidak berujung tindakan anarkis.
Ketua Umum Yayasan STAK Yogyakarta, Sigit Cemo Susanto, menegaskan pihaknya mengambil posisi netral dan mengajak masyarakat, mahasiswa, serta aparat keamanan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
“Jangan sampai dinamika politik dan aksi demonstrasi memicu perpecahan di tengah masyarakat. Aspirasi harus disampaikan secara damai, sementara persatuan dan ketertiban tetap dijaga,” tegas Sigit saat ditemui, Selasa (27/10/2026).
“STAK merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dalam pencegahan kriminalitas, aksi sosial, budaya relawan, serta bantuan hukum masyarakat,” tegas Sigit.
Ia menekankan, organisasinya tidak berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun dan tidak memihak kelompok tertentu dalam dinamika politik nasional.
“STAK berdiri secara netral dan profesional. Kami tidak memihak kekuatan politik mana pun,” ujar Sigit dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, independensi organisasi menjadi prinsip penting agar STAK tetap fokus menjalankan kegiatan sosial, membantu masyarakat, serta mencegah potensi kriminalitas.
Sigit juga menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dihormati bersama.
“Kami menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998,” katanya.
Ia mengingatkan, kebebasan menyampaikan pendapat harus diiringi tanggung jawab untuk menjaga ketertiban, menghormati hak orang lain, dan menghindari tindakan anarkis.
STAK mengajak mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan membangun komunikasi yang baik agar demonstrasi berlangsung tertib tanpa menimbulkan keresahan.
“Jangan sampai perbedaan pandangan politik membuat kita kehilangan persaudaraan dan merusak suasana damai Yogyakarta,” tegas Sigit.
Menurutnya, Yogyakarta memiliki identitas sebagai kota pelajar, kota budaya, kota pariwisata, sekaligus kota toleransi yang wajib dijaga bersama.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan mengutamakan dialog, mengendalikan emosi, dan menghindari tindakan yang berpotensi merugikan masyarakat luas.
Sigit secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan yang beredar melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya.
“Kami mengajak masyarakat saring sebelum sharing. Pastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain,” ungkapnya.
Ia menilai, berita bohong dan provokasi, terutama yang membawa isu suku, agama, ras, dan antar golongan, dapat mengancam persatuan masyarakat.
“Jangan mudah terprovokasi isu SARA maupun hoaks. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya memicu persoalan baru,” katanya.
STAK juga mengingatkan bahwa situasi demonstrasi membutuhkan kedewasaan semua pihak agar penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum.
Sebagai bentuk kepedulian, tim STAK Yogyakarta menyatakan kesiapsiagaan selama 24 jam untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan keamanan lingkungan.
“Kami siap membantu masyarakat selama 24 jam, termasuk memberikan pendampingan hukum apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sigit.
Ia berharap kehadiran STAK dapat mendukung upaya menjaga keamanan, memberikan bantuan kepada warga, serta mendorong penyelesaian persoalan secara bertanggung jawab.
Sigit mengajak masyarakat dan seluruh pihak mengawal demokrasi dengan pikiran jernih, sikap tenang, serta semangat persaudaraan di tengah perbedaan.
“Mari kita kawal demokrasi dengan kepala dingin dan hati sejuk. Mataraman harus tetap guyub rukun,” pesannya.
Ia menegaskan, menjaga Yogyakarta tetap aman dan istimewa merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat keamanan maupun organisasi kemasyarakatan.
“Untuk Jogja tetap istimewa. Salam Tugu,” tutup Sigit, mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, kedamaian, dan toleransi di Yogyakarta.(waw)















