GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – KAI Daop 6 Yogyakarta mempercepat perawatan rel dan jembatan demi menjaga keselamatan perjalanan kereta menghadapi musim hujan serta Nataru.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan kesiapan prasarana menjadi prioritas utama menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
“Persiapan prasarana jalan rel dan jembatan kami lakukan secara terencana melalui perawatan, penggantian komponen yang membutuhkan penanganan, serta peningkatan konstruksi di sejumlah titik,” ujar Feni.
Menurut Feni, berbagai pekerjaan tersebut bertujuan menjaga keandalan prasarana agar perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan lancar meski menghadapi tantangan cuaca.
“Upaya ini ditujukan untuk menjaga keandalan prasarana sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan lancar,” katanya.
KAI Daop 6 melakukan sejumlah pekerjaan, mulai penambahan balas kricak, penggantian bantalan beton, penggantian rel dan wesel, hingga perbaikan konstruksi jembatan.
Pekerjaan itu dilaksanakan bertahap berdasarkan kondisi prasarana dan kebutuhan operasional lapangan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan selama musim penghujan berlangsung.
Salah satu pekerjaan utama ialah penambahan balas kricak berukuran 2–6 sentimeter dengan target mencapai 16.800 meter kubik di seluruh wilayah Daop 6.
Hingga pembaruan terakhir, realisasi penambahan balas kricak mencapai 13.800 meter kubik atau sekitar 82,14 persen dari target keseluruhan.
Selain itu, KAI Daop 6 juga mengganti bantalan beton lama dengan bantalan baru sebanyak 2.500 batang untuk meningkatkan keandalan jalur kereta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.220 batang bantalan beton telah terpasang, sehingga progres pekerjaan mencapai 88,8 persen berdasarkan laporan terbaru.
Sementara itu, penggantian 620 batang bantalan sintetis di wilayah Jenar, Delanggu, Sumberlawang, Palur, dan Kadipiro telah rampung sepenuhnya.
“Untuk penggantian bantalan sintetis di lima wilayah tersebut, progresnya sudah mencapai 100 persen,” demikian penjelasan berdasarkan data pekerjaan yang disampaikan KAI Daop 6.
Tak hanya memperkuat jalur rel, KAI Daop 6 juga meningkatkan keandalan jembatan guna menghadapi potensi perubahan kondisi lingkungan selama musim hujan.
“Di sisi prasarana jembatan, dua unit jembatan baja di wilayah Solo dan Sragen telah selesai diganti menggunakan konstruksi box culvert,” jelas Feni.
Penggantian konstruksi tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan prasarana untuk mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Selain itu, pekerjaan pengangkatan jembatan baja untuk memperbaiki elevasi jalur pada lima jembatan beserta drainasenya juga telah rampung seluruhnya.
“Pekerjaan pengangkatan jembatan baja untuk perbaikan elevasi jalur pada lima jembatan dan drainase juga telah rampung 100 persen,” kata Feni.
KAI Daop 6 selanjutnya terus memantau kondisi jalur rel, jembatan, serta lingkungan sekitarnya guna mengantisipasi potensi gangguan operasional akibat cuaca.
Pemantauan mencakup kondisi tanah, curah hujan, serta perubahan lingkungan yang berpotensi memengaruhi keamanan prasarana dan kelancaran perjalanan kereta.
Untuk memperkuat langkah antisipasi, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilaksanakan secara intensif selama 24 jam.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan operasional kereta api menghadapi perubahan cuaca dan peningkatan frekuensi perjalanan menjelang libur akhir tahun.
“Pemantauan kondisi prasarana di seluruh wilayah operasional terus kami lakukan, disertai penanganan sesuai kebutuhan teknis di lapangan,” ujar Feni.
KAI Daop 6 menegaskan, perawatan rel dan jembatan terus menjadi perhatian untuk mendukung perjalanan kereta api selama Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.(waw)















