GERBANGPATRIOT.COM, Sleman – Memasuki pancaroba, DLH Kabupaten Sleman meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang. “Angin kencang bisa memicu bahaya,” ujar pihak DLH. Sebanyak 20 ribu hingga 22 ribu pohon perindang milik pemerintah menjadi fokus mitigasi. Pohon-pohon itu tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sleman.
Kepala DLH Sleman Junaidi, http://S.ST., menegaskan langkah antisipasi dilakukan serius. “Kami lakukan pemetaan, pemangkasan, hingga penebangan pohon berisiko,” katanya Kamis 5/11. Menurut Junaidi, kondisi pohon pasca kemarau perlu perhatian khusus. “Sejumlah pohon mengalami kekeringan sehingga dahan rapuh,” jelasnya kepada media.
Ia menambahkan ranting kering berpotensi patah saat diterpa angin. “Ini berbahaya bagi pengguna jalan dan warga sekitar,” tegas Junaidi. DLH memprioritaskan pohon yang sudah rapuh dan berlubang. “Pohon-pohon yang kondisinya sudah rapuh, berlubang, maupun kering menjadi prioritas penanganan,” ujarnya.
Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi beban tajuk pohon. Sementara pohon yang tidak layak akan ditebang untuk menghindari kecelakaan. ”Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi beban tajuk pohon,” kata Junaidi. Ia menyebut pohon mati harus segera ditangani agar tidak membahayakan.
Penanganan dilakukan bertahap karena jumlah pohon sangat banyak. Lokasi prioritas meliputi jalan nasional, provinsi, kabupaten, dan ruang publik. ”Kami fokus di jalan yang rawan angin kencang,” ungkap Junaidi. Ia menyebut keselamatan warga menjadi target utama program ini.
Salah satu jenis pohon perhatian adalah beringin. “Pohon dengan tajuk lebat dan perakaran serabut memiliki risiko lebih tinggi,” kata Junaidi. Beringin dinilai rawan jika perakarannya tidak kuat. “Saat diterpa angin, pohon bisa tumbang dan menimpa kendaraan,” jelasnya.
DLH juga mempertimbangkan penggantian jenis pohon. “Kami pilih pohon dengan perakaran kokoh agar lebih aman,” ujar Junaidi. Beberapa pilihan pohon baru antara lain tanjung, glodogan payung, bungur, dan asem. “Jenis ini terbukti lebih kuat,” tambahnya. alam rencana pemangkasan, DLH mengidentifikasi 724 pohon di sejumlah ruas jalan. “Total 724 pohon perindang jadi sasaran penanganan,” sebut Junaidi.
Lokasi meliputi Ring Road Utara Jombor-Maguwo sebanyak 64 pohon. Ring Road Barat Kronggahan-Pelem Gurih ditarget 136 pohon. Jalan Inspeksi Selokan Mataram Magelang-Monjali ada 124 pohon. Sedangkan Jalan Radjimin menjadi target terbesar dengan 400 pohon. “Dari jumlah tersebut, 120 pohon telah dipangkas,” kata Junaidi. Rinciannya 20 pohon di Ring Road Utara dan 100 di Radjimin.
DLH juga menggandeng pihak ketiga untuk 436 pohon. Lokasinya di Tajem-Babadan 170 pohon, Palagan 2 pohon, Pakem-Cangkringan 74 pohon. Jalan Gandok-Tyasan-Condongcatur juga masuk target 190 pohon. “Dari sasaran itu, 218 pohon telah dipangkas,” ujar Junaidi.
Total sasaran pemangkasan mencapai 1.160 pohon. “338 pohon telah tertangani berdasarkan data DLH,” tegasnya. Dua tim disiagakan untuk percepatan. DLH mengajak masyarakat aktif melapor. “Jika menemukan pohon rapuh, miring, berlubang, segera laporkan ke DLH,” tutup Junaidi mengingatkan.(waw)















