Resmi Rilis EP ‘Silent Parade’, Herda KARNAMEREKA Ajak Pendengar Selami Konsep Musikal DEEP OCEAN

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta — Heroherda, vokalis sekaligus gitaris band pop-punk KARNAMEREKA, memperkenalkan proyek solo terbarunya, DEEP OCEAN. Melalui proyek ini, ia menghadirkan ruang kreatif untuk menuangkan cerita dan pengalaman hidup dalam pendekatan musikal yang lebih personal dan emosional.

DEEP OCEAN resmi memperkenalkan mini album atau extended play (EP) bertajuk Silent Parade yang dirilis pada Jumat (6/11/2026) di berbagai platform streaming digital. EP ini berisi lima lagu, yakni ‘Rengkah’, ‘Luruh’, ‘Nirasa’, ‘Cukup’, dan ‘Pamit’, dengan ‘Rengkah’ sebagai single andalan.

Seluruh lagu dalam EP Silent Parade sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital. Pendengar juga dapat mengaksesnya melalui tautan https://bfan.link/silent-parade.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (5/11/2026), Heroherda menjelaskan bahwa DEEP OCEAN lahir dari keinginannya mengeksplorasi sisi musikal yang berbeda setelah belasan tahun berkarya bersama KARNAMEREKA.

Jika KARNAMEREKA dikenal dengan karakter pop-punk yang ceria dan penuh kenakalan, DEEP OCEAN menjadi ruang bagi Heroherda untuk menyampaikan sisi dirinya yang lebih muram dan reflektif, tetapi tetap menyimpan suka cita.

“DEEP OCEAN tidak dibentuk untuk menggantikan KARNAMEREKA. Keduanya memiliki identitas dan ruang kreatif masing-masing. KARNAMEREKA tetap berjalan dengan karakter musiknya, sementara DEEP OCEAN memberikan kesempatan untuk aku menyampaikan pengalaman personal melalui pendekatan yang lebih sederhana,” ujar Heroherda.

Berbeda dari musik KARNAMEREKA yang identik dengan gitar berdistorsi dan energi pop-punk, DEEP OCEAN mengandalkan gitar akustik dan piano sebagai instrumen utama dalam membangun karakter Silent Parade.

Tanpa hentakan drum yang energik maupun bass berdistorsi, proyek ini menempatkan lirik dan cerita sebagai pusat perhatian. Secara musikal, DEEP OCEAN mengusung genre emo dengan kemungkinan eksplorasi unsur alternative rock.

“Secara musikal, DEEP OCEAN mengusung genre emo dengan kemungkinan eksplorasi unsur alternative rock. Namun, pendekatan emosional dan personal menjadi karakter utama yang ingin aku bangun melalui proyek ini,” kata Heroherda.

Kelima lagu dalam EP tersebut merupakan refleksi pengalaman Heroherda dalam berbagai peran kehidupannya, mulai dari sebagai musisi, ayah, teman, hingga individu yang menghadapi beragam dinamika personal.

Sebagai single andalan, ‘Rengkah’ menjadi representasi utama pendekatan emosional DEEP OCEAN. Lagu ini mengangkat tema keretakan yang tidak selalu hadir melalui peristiwa besar, tetapi dapat tumbuh dari hal-hal kecil yang tidak pernah benar-benar tersampaikan.

“Lagu ini berbicara tentang keretakan, baik dalam hubungan maupun dalam diri seseorang. Ada kondisi ketika sesuatu yang sebelumnya terasa utuh perlahan mulai berubah, menyisakan luka, jarak, dan perasaan yang sulit diungkapkan,” jelas Heroherda.

Dalam proses kreatif Silent Parade, Heroherda berkolaborasi dengan Okta Andri Setiawan, yang bukan berasal dari kalangan musisi, sebagai pencipta lagu sekaligus penulis lirik.

Aransemen dikerjakan bersama Hero Pangrekso Jati, vokalis Enjoy Drink, sementara Heroherda bertindak sebagai produser. Proses rekaman berlangsung di Seventiga Labs, No Pressure Record, dan Rumah Tua Record.

Cornelius Christyan dipercaya sebagai sound engineer sekaligus menangani mixing dan mastering. Sementara itu, artwork utama EP dikerjakan oleh Shapek, desainer asal Yogyakarta yang juga terlibat dalam pengerjaan sejumlah artwork band Colorcode.

Selain tersedia di platform streaming digital, kelima lagu dalam Silent Parade juga akan hadir dalam format video lirik di kanal YouTube DEEP OCEAN.

Setelah memperkenalkan identitas musikalnya melalui EP perdana ini, DEEP OCEAN akan berfokus membangun audiens serta memperkuat karakter visual dan komunikasi proyek tersebut.

“Akan ada aktivasi seperti live session dan showcase untuk umum, bahkan kemungkinan promo tur, sebagai bagian dari rencana pengembangan proyek ini,” kata Heroherda.

Melalui DEEP OCEAN, Heroherda membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya. Proyek ini menjadi ruang untuk menyampaikan kisah-kisah personal dengan cara yang lebih intim, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari sosok yang selama ini dikenal lewat energi pop-punk KARNAMEREKA. (Aga)

Berita Terkait

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sleman Petakan 20 Ribu Pohon Rawan Tumbang di Jalur Utama
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Guru Besar Hukum UMY Soroti Penyalahgunaan Kekuasaan
Soroti Realisasi Infrastruktur, PKB Bantul Pertanyakan Janji Pemkab Soal Perbaikan Jalan 600 Kilometres
Jejaring Riset Internasional UMY Menguat di QS Asia 2027, MoU Harus Berujung Kolaborasi Nyata
Pererat Sinergi Kampus dan Kepolisian, UMY Gelar Fun Football Bersama Polres Bantul
Dorong Kritis Berpikir dan Berinovasi, UWM Ajak Siswa SMAN Imogiri Manfaatkan Teknologi dalam Penelitian
Olah TKP Kecelakaan Kereta di Gamping Sleman, Polisi Selidiki Identitas Pria yang Tewas Dini Hari
UMY Masuk 15 Besar Universitas Terbaik di Indonesia dan naik 8 peringkat di QS Asia University Rankings 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:05 WIB

Resmi Rilis EP ‘Silent Parade’, Herda KARNAMEREKA Ajak Pendengar Selami Konsep Musikal DEEP OCEAN

Kamis, 5 November 2026 - 14:23 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Sleman Petakan 20 Ribu Pohon Rawan Tumbang di Jalur Utama

Kamis, 5 November 2026 - 14:16 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Guru Besar Hukum UMY Soroti Penyalahgunaan Kekuasaan

Kamis, 5 November 2026 - 14:08 WIB

Soroti Realisasi Infrastruktur, PKB Bantul Pertanyakan Janji Pemkab Soal Perbaikan Jalan 600 Kilometres

Kamis, 5 November 2026 - 12:57 WIB

Jejaring Riset Internasional UMY Menguat di QS Asia 2027, MoU Harus Berujung Kolaborasi Nyata

Berita Terbaru