Dugaan Sertifikasi Satpam Ilegal, Arus Bawah PDI Perjuangan Desak Penyelidikan

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyampaikan keprihatinan serius atas dugaan praktik sertifikasi satpam bodong di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
‎
Mereka menilai kasus ini tidak hanya merugikan para pekerja, tetapi juga berpotensi menyeret jejaring kekuasaan hingga elit politik di kawasan Timoho.
‎
“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi sudah mengarah pada dugaan sistematis yang harus diusut tuntas,” tegas pernyataan resmi mereka.
‎
Berdasarkan temuan yang berkembang, sosok terduga pelaku berinisial ND disebut kerap beraktivitas di lingkungan kantor wakil rakyat di Timoho.
‎
Tak hanya itu, keterkaitan lain muncul dari dugaan bahwa istri pelaku sempat bekerja sebagai tenaga keamanan di lokasi tersebut.
‎
“Yang bersangkutan diberhentikan secara mencurigakan setelah kasus ini mencuat ke publik,” ungkap Santoso sumber dalam siaran pers.
‎
Kecurigaan semakin menguat ketika muncul dugaan keterlibatan perusahaan pemenang tender yang disebut memiliki afiliasi dengan elit tertentu.
‎
Perusahaan tersebut bahkan diduga menjadi pemenang tender pengamanan di gedung wakil rakyat kawasan Timoho.
‎
“Pola ini mengarah pada praktik kolusi dan pengkondisian tender yang tidak sehat,” lanjut pernyataan tersebut.
‎
Arus Bawah juga menyoroti besarnya anggaran outsourcing di lingkungan Pemkot Yogyakarta yang mencapai sekitar Rp60 miliar pada tahun 2026.
‎
Anggaran tersebut mencakup berbagai sektor seperti tenaga pengamanan, cleaning service, hingga layanan lainnya di OPD, BUMD, dan rumah sakit daerah.
‎
“Nilai sebesar ini rawan disalahgunakan jika tidak diawasi secara ketat dan transparan,” tegas mereka.
‎
Lebih lanjut, mereka menilai adanya indikasi penguasaan tender oleh segelintir perusahaan tertentu yang berpotensi menciptakan monopoli terselubung.
‎
Kondisi ini dinilai merusak prinsip keadilan dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik.
‎
“Jika benar terjadi, ini mencederai kepercayaan masyarakat karena seluruh anggaran berasal dari rakyat melalui APBD,” bunyi pernyataan tersebut.
‎
Atas dasar itu, Arus Bawah mendesak aparat penegak hukum segera bertindak.
‎
“Kami meminta Polda DIY melakukan penyelidikan menyeluruh, Kejaksaan mengawal potensi tindak pidana korupsi, dan Pemkot membuka seluruh proses tender secara transparan,” tegas mereka.
‎
Mereka juga memastikan akan terus mengawal kasus ini.
‎
“Ini bagian dari komitmen menghadirkan keadilan sosial dan pemerintahan yang bersih serta berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-270 Yogyakarta, KAWAL Indonesia Gaungkan Kepedulian Budaya dan Lingkungan
Dari Yogyakarta ke Jakarta, Presidenmusikindo Gebrak Panggung Talenta Muda
Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Rayakan HUT ke-270 Yogyakarta, KAWAL Indonesia Gaungkan Kepedulian Budaya dan Lingkungan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Dari Yogyakarta ke Jakarta, Presidenmusikindo Gebrak Panggung Talenta Muda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Berita Terbaru