GERBANGPATRIOT.COM, Bekasi – Upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia sekolah terus dilakukan Puskesmas Cibarusah. Salah satunya melalui kegiatan deteksi dini yang menyasar pelajar mulai jenjang Sekolah Dasar, SMP hingga SMA/SMK di wilayah Kecamatan Cibarusah. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Puskesmas Cibarusah, drg. Nurasi, MH, saat menjelaskan pelaksanaan Cek Kesehatan Anak Sekolah (CKAS) yang berlangsung sejak awal tahun ajaran baru. Kegiatan dimulai untuk siswa SD sejak awal Agustus, dilanjutkan jenjang SMP pada awal Oktober, dan selanjutnya menyasar siswa SMA hingga ditargetkan selesai pada pertengahan November.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui kondisi anak sejak dini, sehingga apabila ditemukan masalah dapat segera dilakukan pencegahan maupun penanganan sesuai kebutuhannya” ujar drg. Nurasi, ditemui pada Kamis (01/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa sejumlah aspek, mulai dari tanda vital, tinggi dan berat badan, kondisi gizi, penglihatan, hingga gigi dan mulut. Tim yang diterjunkan terdiri atas dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta tenaga gizi.
“Kami tidak hanya melihat kondisi anak, tetapi juga memberikan edukasi tentang bagaimana menjaga diri, seperti kebersihan gigi dan mulut, kebersihan kuku, menjaga mata, serta penggunaan gadget yang perlu diperhatikan” katanya. Khusus siswa SMP, skrining juga mencakup pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), terutama bagi remaja putri. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi hemoglobin sekaligus mendukung pemantauan remaja sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi dan stunting sejak usia remaja.
“Untuk remaja putri, pemeriksaan Hb penting untuk mengetahui kondisi hemoglobinnya, sehingga pemberian tablet tambah darah dapat dilakukan secara tepat dan pemantauannya juga lebih teratur” jelasnya. Hasil skrining kemudian disampaikan kepada pihak sekolah dan orang tua sebagai bahan tindak lanjut. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian, siswa dapat diarahkan mendapatkan penanganan di Puskesmas maupun penyesuaian tertentu di lingkungan sekolah.
“Misalnya kalau ditemukan anak yang mengalami gangguan penglihatan, kami sampaikan kepada guru agar posisi duduknya bisa dipindahkan ke depan. Kalau ada masalah gigi yang membutuhkan tindakan, anak kami arahkan untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas,” ujarnya.
Menurut drg. Nurasi, deteksi dini sejak usia sekolah juga menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan hidup sehat. Pengetahuan yang diberikan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mendukung proses belajar dan tumbuh kembangnya. “Menyehatkan anak sejak usia sekolah merupakan salah satu langkah untuk menyiapkan generasi yang sehat. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung generasi emas menuju 2045″ tandasnya. (Hans)















