GERBANGPATRIOT.COM, Bekasi – Pemerintah Desa Mekarjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, tak ingin perhatian terhadap petani berhenti setelah musim panen. Pemerintah desa turun langsung ke kawasan pertanian di Kampung Cebong RT 04/RW 02, Kamis (1/10/2026), untuk memastikan kondisi pascapanen sekaligus mengawal keberlanjutan sektor pertanian.
“Pascapanen jangan sampai hanya berhenti pada hasil produksi. Kita harus melihat bagaimana hasil panen ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagaimana pertanian bisa terus berlanjut ke musim berikutnya,” ujar Penjabat (Pj) Kepala Desa Mekarjaya, Hafidz Ridho. Menurut Hafidz, masa pascapanen menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi pertanian secara langsung, mulai dari hasil panen hingga berbagai kebutuhan yang perlu diperhatikan sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
“Ketahanan pangan bukan hanya bagaimana kita menghasilkan pangan, tetapi juga bagaimana hasil panen dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan pertanian ke depan,” katanya. Peninjauan tersebut juga diisi dialog bersama para petani untuk menggali kondisi riil di lapangan. Pembahasan mencakup hasil panen, infrastruktur pertanian serta berbagai kebutuhan yang dinilai penting dalam menjaga produktivitas pertanian Desa Mekarjaya.
“Kami ingin memastikan komunikasi dengan para petani terus berjalan. Kalau ada kendala, kita ingin mengetahuinya langsung dari lapangan sehingga bisa menjadi bahan untuk menentukan langkah bersama,” tegas Hafidz. Sementara itu, anggota BPD Mekarjaya, Jaenal Abidin, mengapresiasi langkah pemerintah desa yang turun langsung ke kawasan pertanian. Menurutnya, pemantauan lapangan penting agar persoalan yang dihadapi petani dapat diketahui berdasarkan kondisi sebenarnya.
“Peninjauan langsung ke lapangan sangat penting. Dari sini kita bisa mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk kendala petani terkait irigasi, pupuk maupun sarana pertanian lainnya,” kata Jaenal. Jaenal menilai hasil dialog dengan petani dapat menjadi bahan bagi pemerintah desa dan BPD untuk memetakan kebutuhan sektor pertanian, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dan sarana pendukung produksi.
“Kami di BPD siap bersinergi dengan pemerintah desa untuk mengawal aspirasi para petani. Apa yang menjadi kebutuhan mereka harus kita perjuangkan bersama sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada,” ujarnya. Menurut Jaenal, keberlanjutan pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi padi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dari sektor pertanian.
“Kalau petani kuat, ketahanan pangan desa juga akan kuat. Karena itu, kami ingin agar komunikasi seperti ini terus dilakukan dan tidak hanya ketika ada kegiatan tertentu,” tegasnya. BPD, lanjut Jaenal, akan terus mendorong komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat agar berbagai persoalan pertanian dapat dikawal bersama, termasuk kebutuhan terhadap infrastruktur serta sarana pertanian. “Kami berharap sinergi pemerintah desa, BPD dan petani semakin konkret, sehingga persoalan yang muncul di lapangan dapat segera dibahas dan dicarikan langkah penyelesaiannya,” terangnya (Hans)















