GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Warga Desa Kadubadak Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang, Banten, melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya sepanjang 100 meter lebar 4 meter. Jalan yang diperbaiki menyambungkan Kecamatan Munjul dan Kecamatan Angsana, dan jalan tersebut masuk ruas jalan Kabupaten Jalan Raya Lebak – Kadubadak.
Pantauan GERBANGPATRIOT.COM di lokasi, Selasa (7/10/2026), puluhan warga bergotong royong melakukan pengecoran. Tampak molen mini, toren air orange, batu split, dan warga yang meratakan coran secara manual di bawah pohon sawit. Jalan tersebut berada di area tanjakan yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.
Etin Supriatin selaku tokoh masyarakat dan penggerak swadaya menjelaskan, perbaikan jalan atas dasar kesadaran masyarakat, karena di sepanjang jalan khususnya di tanjakan, sering terjadi kecelakaan maka pihak desa bersama tokoh masyarakat melakukan musyawarah.
“Kami membangun jalan secara swadaya dan ini menjadi potret nyata dari dua sisi yang kontras, semangat gotong-royong masyarakat yang luar biasa, ini bukti nyata keterlibatan masyarakat dalam membangun Pandeglang. Jalan ini kurang lebih sudah 10 tahun tidak diperbaiki, kami tahu kondisi Pandeglang yang memang APBD nya kurang memadai, maka kami berinisiatif untuk gotong royong secara swadaya, karena membangun Pandeglang bukan tanggungjawab pemerintah saja tetapi tanggungjawab kita bersama, sekarang kita buktikan bahwa kami masyarakat Desa Kadubadak, siap membangun Pandeglang, kami berharap bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, untuk melanjutkan bantuan hasil swadaya kami,” ungkap Etin.
Etin menambahkan, dana swadaya tersebut dikumpulkan secara transparan dari iuran warga dan donatur dengan pembukuan tertulis.
“Hasilnya bahwa pihaknya melakukan iuran dan pengumpulan dana dari para donatur, terkumpul dengan anggaran 12 juta, dengan panjang yang diperbaiki 100 meter dengan lebar 4 meter. Kami swadaya itu tidak semerta hanya lisan tetap tulisan ada siapa yang menyumbang seratus ribu kami masukkan, sepuluh ribu kami masukkan, yang lima ratus kami masukkan, yang sejuta pun kami masukkan bahkan kami setiap menerima dana perlu tanda tangan yang bersangkutan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Kadubadak Ucup Sukroni, membenarkan bahwa perbaikan jalan sepanjang 100 meter adalah hasil swadaya masyarakat. Pihak pemerintah desa ikut serta mengamini, karena statusnya jalan kabupaten tidak bisa dilakukan pembangunan oleh Dana Desa.
“Kami tidak ada niatan atau bermaksud untuk menyinggung pemerintah Pandeglang, tapi ini adalah bentuk tanggungjawab masyarakat, bahwa membangun daerah itu bukan pemerintah kabupaten saja, tetap tanggungjawab kita bersama, karena masyarakat juga tahu bagaimana kondisi Kabupaten Pandeglang saat ini, semoga kedepan kami berharap bisa dilanjutkan oleh dana dari pemerintah Kabupaten Pandeglang,” jelas Ucup.
Ucup menambahkan, pihaknya melakukan perbaikan jalan tersebut karena seringnya kecelakaan di tanjakan Jalan Raya Lebak – Kadubadak.
“Di tanjakan ini sering terjadi kecelakaan, banyak kendaraan tidak kuat naik di tanjakan ini dan sering terperosok kembali ke bawah, nah atas dasar ini masyarakat sepakat untuk memperbaiki jalan ini dengan swadaya, dengan panjang 100 meter, nanti sisanya bagian Pemkab Pandeglang. Ruas jalan Lebak – Kadubadak ini yang belum diperbaiki sekitar 8 kilometer, kami juga tetap berharap kedepan bisa dilanjutkan oleh Pemkab Pandeglang, harapan kami ada perhatian dari pemerintah pusat, karena jalan yang belum dibangun masih panjang sekitar 8 kilometer dan sudah 10 tahun belum tersentuh pembangunan,” tandasnya.
Dengan swadaya Rp12 juta ini, warga Desa Kadubadak membuktikan bahwa membangun Pandeglang bukan hanya tanggung jawab pemerintah.(dni)















