Penyebab Rendahnya Mutu Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Kamis, 9 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memasang komponen elektronik saat mengikuti Lomba Kompetensi Sekolah (LKS) antar pelajar SMK tingkat Provinsi Bali di SMK Negeri 1 Denpasar, Kamis (18/9). Kegiatan yang terdiri dari berbagai macam ketrampilan seperti Otomotif, Teknologi, Mesin dan Multimedia digelar dengan tujuan sebagai sarana pelajar untuk mengasah kemampuan dan sebagai aplikasi ilmu ketrampilan pelajar SMK. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz/14

Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memasang komponen elektronik saat mengikuti Lomba Kompetensi Sekolah (LKS) antar pelajar SMK tingkat Provinsi Bali di SMK Negeri 1 Denpasar, Kamis (18/9). Kegiatan yang terdiri dari berbagai macam ketrampilan seperti Otomotif, Teknologi, Mesin dan Multimedia digelar dengan tujuan sebagai sarana pelajar untuk mengasah kemampuan dan sebagai aplikasi ilmu ketrampilan pelajar SMK. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz/14

GERBANGPATRIOT.COM – Permasalahan SMK menyumbangkan angka tertinggi dalam pengangguran menjadi sesuatu yang mencengangkan. Karena seharusnya lulusan SMK adalah tenaga kerja yang siap bekerja di dunia industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistika, tahun 2017 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi di antara jenjang pendidikan yang lain, yaitu sebesar 11, 41%. Padahal TPT lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya sebesar 7,955.

Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan kepala SMK besar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk SMK disebabkan antara lain karena:

1) Jumlah daya serap industri yang tidak seimbang dengan jumlah lulusan SMK

2) Kompetensi lulusan SMK yang tersedia belum sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia industry

3) Berlakunya sistim outsourcing dalam dunia industry sehingga menutup lapangan pekerjaan buat lulusan SMK

4) Belum link and match antara kurikulum SMK dengan kebutuhan industri

5) Kurangnya guru vokasi dan rendahnya kompetensi guru SMK

6) Terbatasnya fasilitas, alat praktik dan laboratorium

7) Tenaga kerja yang tergantikan oleh mesin di era digital

8) Masih berkutatnya pendidikan vokasi berbasis
jasa. Belum menyentuh vokasi berbasis sertifikasi kompetensi agar perusahaan percaya dengan kemampuan lulusan SMK

Kondisi ini tentu saja membutuhkan sebuah solusi untuk meningkatkan mutu lulusan SMK sehingga tidak akan terjadi lagi tingkat pengangguran terbuka yang tinggi, khususnya dari lulusan SMK. Beberapa upaya yang bisa dilakukan di antaranya dengan cara:

1) Menciptakan bidang lapangan kerja yang memiliki daya serap lulusan SMK

2) Regulasi mengutamakan tenaga kerja dalam negeri khususnya yang setara dengan SMK

3) Peningkatan kompetensi lulusan SMK yang sesuai dengan yang kebutuhan oleh dunia industri

3) Perusahaan tidak memakai sistem out ourcing dalam dunia industri sehingga akan menutup lapangan pekerjaan buat
lulusan SMK

4) Link and match antara pendidikan dan industri harus diupayakan melalui kurikulum dengan kebutuhan industri

5) Mengingatkan kualifikasi dan kompetensi guru SMK yang mumpuni dan terstandardisasi

6) Tersedianya fasilitas, alat praktik dan laboratorium yang baik dan memadai

7) Metode pembelajaran tidak hanya teori harus sebanding dengan praktik

8) Peningkatan vokasi bersertifikasi kompetensi agar perusahaan percaya dengan kemampuan lulusan SMK

Bila upaya di atas dapat dilaksanakan dengan baik maka akan meningkat mutu lulusan SMK serta adanya link-match antara lulusan SMK dan dunia industri. (Dns)

Berita Terkait

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Prioritas Pimpinan Bisa Membuat Pekerjaan Penting Lain Terlupakan
Olahan Singkong Jadi Sushi, Untirta Dorong Kreativitas Pangan Lokal di Pasanggrahan
Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gagas Penguatan Literasi Akademik Mahasiswa Indonesia di Kairo
KMHDI Gelar Kongres Nasional Mahasabha XIV di Lampung, Fokus Akselerasi Pembangunan Bangsa
Siaga Bencana, Mahasiswa KKM Tematik Untirta Kelompok 7 Sosialisasi Destana di Desa Ciparahu
Tim Debat Bahasa Arab UMY Raih Juara II Nasional di MTQMN 2025 Kalimantan Selatan
PENDEKATAN MULTI DISIPLIN DALAM KUANTUM EKONOMI

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:06 WIB

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:17 WIB

Prioritas Pimpinan Bisa Membuat Pekerjaan Penting Lain Terlupakan

Senin, 8 Juni 2026 - 09:51 WIB

Olahan Singkong Jadi Sushi, Untirta Dorong Kreativitas Pangan Lokal di Pasanggrahan

Sabtu, 4 April 2026 - 08:50 WIB

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gagas Penguatan Literasi Akademik Mahasiswa Indonesia di Kairo

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:55 WIB

KMHDI Gelar Kongres Nasional Mahasabha XIV di Lampung, Fokus Akselerasi Pembangunan Bangsa

Berita Terbaru